ican26.blogspot.com

Pecundang Sejati Comunity

Kekalahan Hanya Untuk Mereka Yang Menyerah



Setiap kita pasti ada permasalahan dalam kehidupan kita, baik masalah pribadi, keluarga, teman dan masih banyak lagi permasalah yang selalu menghadang kita dalam mengarungi kehidupan ini. Merasa tertekan kadang bisa membuat kita berfikir kurang jernih, tidak bisa membuat kita melihat suatu permasalahan secara gamblang. Hanya dengan semangatlah kita dapat menghadapi semua masalah yang menghadang kita, semangat untuk maju, semangat untuk tetap menatap masa depan, semangat untuk bisa mempersembahkan yang teraik bagi diri kita, keluarga kita, sahabat kita, dan semua orang yang ada disisi kita.

Kadang putus asa, menyerah dalam menghadapi masalah sering menghantui kita, ya agar kita menghindari, mengesampingkan masalah yang ada. Emm… ya terasa berat dihati dan pikiran kadang juga sering membuat kita mati gaya, hilang ekpresi kita. Tak ada manusia yang lahir sempurna didunia yang fana ini, semua ada kekurangannya, yang sempurna hanya milik-Nya. Bersyukur dengan apa yang telah anugrah Tuhan kepada kita adalah solusi terbaik agar hidup kita ini selalu tentram dan damai. Dan Tuhan pasti menunjukan kebesaran-Nya bagi hamba-hambanya yang selalu semangat dan pantang putus asa untuk tidak menyerah dalam mengadapi hidup ini.

Masalah Itu Indah

Aku sadar, Allah tak pernah menyia-nyiakan hambanya. Dan aku sadar, bahwa apa yang telah Allah berikan, tak ada yang sia-sia.

Terkadang hidup itu begitu berat untuk dijalani. Rasanya, dunia seakan dipundak kita. Dan pilihan yang paling mudah untuk diambil adalah menyerah atau pasrah. Pilihan yang sederhana, tapi mematikan. Ketika masalah secara bertubi-tubi menghadang, maka saat itu seakan dunia telah menimpa kita.
Berprasangka baiklah pada Allah dan masalah

Berprasangka baiklah pada Allah, bahwa masalah yang datang pada kita itu ada maksud dan tujuan yang baik untuk diri kita. Terkadang kita seringkali berprasangka buruk pada Allah akan suatu masalah yang datang menimpa diri kita, padahal kita tak tahu apa maksud dibalik masalah yang dilimpahkan pada kita itu. Seringkali kita merasa benar, dan tahu tentang diri kita, padahal kenyataannya, kita tak tahu.

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Allah lebih tahu dari umatnya, lalu mengapa kita berprasangka buruk ada Allah?

Masalah datang bukan tanpa sebab, masalah datang karena ada suatu sebab yang mendasarinya untuk datang. Allah yang mendatangkan masalah pada kita, tapi kitalah yang menyebabkan masalah itu timbul. Karena Allah sayang kita, maka Allah mendatangkan masalah pada kita, untuk mengingatkan kita bahwa kita sedang berjalan di jalan yang mungkin bukan jalan yang seharusnya kita tempuh.
Lihatlah masalah sebagai ajang untuk menaikan levelmu

Seperti dalam sebuah permainan, ketika seseorang mulai bermain game. Pastinya masalah yang dihadapi disini tidaklah terlalu sulit. Tapi ketika permainan tersebut berlanjut ke level-level selanjutnya, pastinya tingkat kesulitan yang dihadapi pun semakin tinggi dan tak ayal seringkali membuat pemain merasa tertekan. Tapi dibalik itu semua, ketika level demi level itu terlampaui, karakter yang kita mainkan itu terus bertumbuh, terus berkembang kemampuannya (skill). Masalah pun seperti permainan.

Setiap masalah yang kita lalui harusnya mampu membawa kita naik ke level yang lebih tinggi (baca: kedewasaan dan kebijaksanaan). Dan semakin tinggi skill kita semakin tinggi pula tingkat masalah yang dihadapi. Jadi tetaplah optimis, ketika kita didera masalah yang begitu pelik. Karena sejatinya masalah itu sedang membawa kita ke level yang lebih tinggi.
Berfikirlah Zoom in dan Zoom out

Bagi anda yang terbiasa berkutat dengan software grafis sejenis Adobe Photoshop atau Corel Draw tentunya tahu tentang Zoom In dan Zoom Out. Ya, zoom in dan zoom out seringkali digunakan oleh para user PS ataupun CD untuk melihat detil sebuah gambar.

Anggap kita adalah sebuah software grafis semisal PS, lalu masalah adalah desain yang sedang kita kerjakan. Saat kita berusaha menyelesaikan desain itu, seringkali kita melakukan zoom in ataupun zoom out untuk melihat desai itu dari sisi yang berbeda. Sama halnya dengan masalah, kita pun harus melakukan hal yang sama terhadap masalah yang kita hadapi. Lakukan zoom in dan zoom out untuk melihat masalah secara detail dan secara keseluruhan untuk mendapat solusi yang lebih baik.

Jangan hanya berfokus pada detail, karena saat kita terlalu fokus pada detail, akan banyak hal yang luput dari pandangan kita sebab kita tidak bisa melihat keseluruhan masalah yang kita hadapi.Lebih bahaya lagi jika kita melihat satu bagian saja terus-menerus atau berulang-ulang maka sadar tidak sadar kita akan menganggap bahwa bagian itu mewakili semuanya. Jika kita fokus pada gambaran besar terus, kita tidak bisa melihat detilnya. Jika kita tidak bisa melihat detil suatu masalah, kita akan luput jika ada suatu tindakan yang diperlukan untuk masalah detail. Sering kali, tindakan atau solusi hanya bisa dihasilkan setelah kita melihat masalah detilnya.
Berdoalah, rendahkan dirimu pada Tuhan

Saat masalah datang, berdoalah! Berdoalah pada Sang Maha Pencipta, mintalah bimbingannya, mintalah petunjuknya. Merendahlah, lembutkan suaramu, mintalah pertolongan padaNya, gantungkan harapanmu padaNya.

Berdoa, itu bukan jalan terakhir ketika semua pilihan tak ada yang berhasil untuk memecahkan suatu masalah. Justru berdoa adalah senjata utama kita untuk menghadapi suatu masalah. Terkadang kita berpikir bahwa doa itu tidak penting, padahal kenyataannya, doa itu sesuatu yang sangat penting, karena ketika kita berdoalah, kita berkomunikasi dengan Sang Maha Pencipta. Karena lewat doalah, kita bisa mencurahkan semua perasaan kita pada Sang Maha Pencipta.
IKHLAS

Setelah kita berusaha memecahkan masalah kita, dan kita telah berdoa pada Allah maka hal yang terakhir adalah IKHLAS.

Ikhlaskan hasilnya pada Allah, biarkan Allah yang menentukan. Allah tau yang terbaik untuk hambanya.

sumber : http://www.mindtalk.com

Ibu, Maafkan Aku… 2 !!!

Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua hidup berdua dengan anak satu-satunya. 
Suaminya sudah lama meninggal karena sakit
Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya.
Anaknya mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan banyak lagi

Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang malang, Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan: “Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa lagi

Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku mati”

Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya, sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang dilakukannya

Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa, namun malang dia tertangkap
Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk diadili dan dijatuhi hukuman pancung
pengumuman itu diumumkan ke seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari
di depan rakyat desa dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu dia menangis meratapi anak yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan “Tuhan ampuni anak hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosa nya”

Dengan tertatih tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya dibebaskan
Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani hukuman

Dengan hati hancur, ibu kembali ke rumah Tak hentinya dia berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena kelelahan dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2 manyaksikan hukuman tersebut Sang algojo sudah siap dengan pancungnya dan anak sudah pasrah dengan nasibnya

Terbayang di matanya wajah ibunya yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba

Sampai waktu yang ditentukan tiba, lonceng belum juga berdentang sudah lewat lima menit dan suasana mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng datang

Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali lonceng tapi suara dentangnya tidak ada
Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir darah Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat.

Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang naik ke atas menyelidiki sumber darah

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur berlumuran darah
dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan lonceng tidak berbunyi,
dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur di dinding lonceng

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air mata
Sementara si anak meraung raung memeluk tubuh ibunya yang sudah diturunkan
Menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan mengikat dirinya di lonceng Memeluk besi dalam lonceng untuk menghindari hukuman pancung anaknya
 
 
sumber:http://ekojuli.wordpress.com

Bila Hati Mulai Sepi....

KESEPIAN. Satu kata yang membuat kita "ketakutan" karena kita terbiasa dengan ketidaksepian; selalu dikelilingi suasana kepenuhan, sukacita, dan ketenangan. Riang canda, senyum tawa, dan kebahagiaan menjadi suasana yang sangat kita rindukan. Sebaliknya, kesepian? Hmmm..."Kalau bisa jangan deh!" itulah yang sangat mungkin juga Anda katakan. Karena kita tidak ingin kesepian; karena kita ingin selalu berinteraksi dengan sesama, dengan orang yang memahami kita. Benarkah kesepian menjadi menakutkan?

JAWABANNYA, bisa YA bisa juga TIDAK. Ini sangat tergantung kepada hati kita, siapkah hati dilatih untuk menghadapi apa pun yang terjadi? Menghadapi segala kemungkinan di dalam hidup, entah itu sepi maupun ramai. Siapkah kita berkata kepada diri sendiri bahwa fragmen hidup apa pun harus dilakoni. Peran apa pun, selama kita melakukannya dengan pengenalan diri yang terkendali, harus tetap kita hayati. Meskipun itu sulit. Dan jika kita ingin semua serbamudah, bukankah hidup malah terasa hambar?

Kesepian membuat kita kadang bertanya, "Apa yang bisa saya lakukan?" Menangis? Kenapa tidak? Selama tangis itu menjadi penyeimbang suasana hati, menjadi salah satu cara untuk membersihkan hati dari kesesakan, maka itu pun baik dilakukan. Atau merenung? Selama itu nyaman di saat sepi, lakukan saja! Berdoa? Itu pasti, karena di dalam sepi maupun ramai, doa bisa dipanjatkan.

MENJADILAH KUAT

Kesepian memang identik dengan kesedihan. Namun, ketika kesedihan itu bisa kita maknai dengan kesabaran dan penyadaran diri, maka hati dan pikiran kita akan mampu bertumbuh dengan lebih baik lagi. Maka menjadilah kuat di saat sepi. Kebijaksanaan sering muncul dari situasi-situasi tidak mengenakkan ini, termasuk saat kita kesepian. Di dalamnya, kita bisa menyendiri dan membangun dialog nurani untuk satu pembelajaran hidup.

Banyak karya terkenal dan disukai orang terlahir dengan mengambil setting "kesepian" itu. Salah satu buktinya, ketika saya mendengar lagu "Yogyakarta", ini sebagian liriknya: "...bila hati mulai sepi...tanpa terobati..." Dan, saya "contek" menjadi judul tulisan ini, bukan? Namun, hal yang penting di sini, di saat-saat tak mengenakkan pun, kita bisa berkarya, dan karya itu semoga bisa dibaca, didengarkan, atau dilihat orang, lalu memberi inspirasi untuk menghadapi hidup yang sering kali terasa berat dan penuh dengan tantangan.

Setiap hidup pasti memberikan maknanya. Setiap kesepian juga pasti membawa kabar sukacita dengan caranya yang berbeda. Kesepian dan kesedihan memang sangatlah berat dirasakan, namun ketika kita mampu mengolahnya, menikmatinya dengan rasa "asem manis", maka ucap syukur pun tidak akan pernah kita lupakan. Selalu ada yang bisa kita lakukan, dalam situasi apa pun, termasuk di saat kita "kesepian". Jangan menyerah!*****

sumber :http://www.buahaticerdas.com

SPIRIT, Semangat pagi hari teman..

Jangan bosan dengan pagi. Jangan jenuh menyambut pagi. Karena pagi tak pernah bosan menyapa kita. Pagi tak pernah jenuh memberikan spirit, semangat mengawali hari, teman..

Orang-orang yang bangun pagi hari mengetahui benar manfaat pagi. Ya, pagi bagi mereka adalah inspirasi. Pagi merupakan spirit mengarungi kehidupan. Semangat pagi mereka menciptakan keberanian. Tentu saja ada pertaruhan. Tetapi mereka mengerti bahwa apa yang ia pertaruhkan adalah keputusan yang sangat berhubungan dengan keyakinan. Maka tidak ada penyesalan di sini. Ia sadar bahwa keputusannya untuk segera menyambut hidayah-Nya, misalnya, adalah keputusan yang sangat berani, yang ia sendiri telah menghitung resikonya.

Dengan keberaniannya ia memutuskan pilihan, memilih jalan kebenaran. Seperti para perempuan yang memutuskan untuk menutup aurat, berkerudung dengan santun, menjaga kehormatan badannya, seketika pada kali pertama kesadaran itu datang. Tentu berbeda dengan mereka yang masih mencoba berpikir-pikir, menunda-nunda, mencoba memberi ruang dialog pada batinnya, apa ia akan berubah atau mencoba berdamai dengan mengatakan saya belum dapat hidayah. Mereka masih terus menimbang-nimbang, apakah dirinya bisa mendapat jodoh atau pekerjaan kalau ia berkerudung? Padahal kabar kebenaran telah datang kepadanya, ia hanya ingin menghibur dirinya atas kelambanannya. Padahal kebenaran itu tidak membutuhkan perdebatan yang rumit. Yang diperlukan adalah keberanian seperti pagi.

Spirit pagi juga menjelaskan bahwa hidup harus dijalani dengan ketenangan sikap, kematangan sudut pandang. Tetapi pada saat yang sama, ia memberi efek yang sangat jauh. Seperti efek bayang-bayang pagi yang selalu lebih panjang di banding bayang-bayang siang. Bahkan bayang-bayang sore pun sangat jarang bisa hadir secerah pagi.

Teman, tak ada yang seramah pagi. Dalam heningnya ia menenangkan. Dalam segarnya ia menggairahkan. Dalam hangatnya ia menggerakkan. Bila pagi menyapa kita, sambutlah. Lalu jadilah pribadi yang senantiasa punya spirit, semangat untuk mengarungi kehidupan ini. Demikianlah, salam..




sumber :ngerumpi.com

Kata Mutiara Cinta

Love make the weak man become strong and the strong man become weak
Cinta membuat orang lemah menjadi kuat dan orang kuat menjadi lemah

Love is beauty, but not every beauty have love
Cinta itu indah, tapi tidak selamanya keindahan mengandung cinta

Love based by the gearious duty moula still growth although the beauty has
changed into grey and the hardness has changed into the weakness
Cinta yang ditanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan
berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta

Love isn't the base of happines, but without love is the base of sadness
Cinta itu bukan sumber bahagia, tapi ketiadaan cinta jadi sumber derita

Love is more kinds, but what is very safe and a eternal is love which come from the door of sweetheart.
Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melalui pintu kekasih

The true love suddenly broken, not only but like the old man who has lost the stick
Cinta sejati yang tiba-tiba putus laksana orangtua kehilangan tongkat

True love is love which only for two person, and no place for the third person
Cinta sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak ada tempat untuk orang ketiga




Love which begun with soul flame, often would end with cold and frozen (Cinta yang dimulai dengan api semangat yang membakar, seringkali berakhir dingin dan beku)

Love isn’t a shop where everybody can enter to it for some shopping (Cinta itu bukanlah sebuah toko dimana setiap orang dapat masuk untuk membelinya)

Loved can’t tested by kisses, but the fine felling is the testor (Cinta tak dapat diuji dengan ciuman, tetapi perasaan halus adalah sebagai pengujinya)

True love is love which only for two person, and no place for the third person (Cinta sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak ada tempat untuk orang ketiga)

The true love suddenly broken, not only but like the old man who has lost the stick (Cinta sejati yang tiba-tiba putus laksana orangtua kehilangan tongkat)

Love is more kinds, but what is very safe and a eternal is love which come from the door of sweetheart (Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melalui pintu kekasih)

Love likes the fire, it can’t be made a fool, it would burn your own (Cinta itu laksana api yang tidak boleh dipermainkan, jika dipermainkan akan membakar diri anda sendiri)

Love isn’t the base of happiness, but without love is the base of sadness (Cinta itu bukan sumber bahagia, tapi ketiadaan cinta jadi sumber derita)

Love makes the weak man become strong and the strong man become weak (Cinta membuat orang lemah menjadi kuat dan orang kuat menjadi lemah)

Love is beauty, but not every beauty has love (Cinta itu indah, tapi tidak selamanya keindahan mengandung cinta)

True love never dies for it is lust that fades away. Love bonds for a lifetime but lust just pushes awa. – By Alicia Barnhart

I would fly you to the moon and back if you’ll be . . . if you’ll be my baby. – From a song by Savage Garden

You don’t love a woman because she is beautiful, but she is beautiful because you love her – Anonymous

I love you – those three words have my life in them. – by Alexandrea to Nicholas III

Sometimes the heart sees what is invisible to the eye – by H. Jackson Brown Jr.

Marriage is a romance in which the hero dies in the first chapter. – Anonymous

Love Aint Love If You Have To Question It – Vijay Singh

Loved can't tested by kisses, but the fine felling is the testor
Cinta tak dapat diuji dengan ciuman, tetapi perasaan halus adalah sebagai pengujinya

Love likes the fire, it can't be made a fool, it would burn your own
cinta itu laksana api yang tidak boleh dipermainkan, jika dipermainkan akan membakar diri anda

Love isn't a shop where everybody can enter to it for some shopping
Cinta itu bukanlah sebuah toko dimana setiap orang dapat masuk untuk membelinya

Love which begun with soul flame, often would end with cold and frozen
Cinta yang dimulai dengan api semangat yang membakar, seringkali berakhir dingin dan beku

ketika jiwa tenggelam


Berdiri meski sebenarnya aku terjatuh.
Bergerak namun tak bergeser.
Seperti terapung di tengah lautan
Aku hilang arah,,,
Bingung,,,
Tak tau apa yang ingin aku lakukan
Tak bisa ku bertahan.
Aku rapuh.
Terjatuh.... saat kulihat mereka...
Seperti kapas yang beterbangan.
Bebas, berani dan bertalenta.
Aku diam saja
 Tak perlu berusaha
Tak perlu membuang tenaga
 aku hanya ketiadaan yang tak akan dikenang
Aku hanyalah sebuah nama yang akan terlupakan dari ingatan setiap orang
Aku mencoba berjalan
berharap.....
tanpa keyakinan..
aku takut...
atas apa yang terjadi pada diriku.
Terlalu lemah..
mungkin itulah aku.
Mencoba berharap tanpa kepastian..
Kini hati yang diam  mulai bicara...
Apakah aku akan terus begini ?
Sekarang aku coba bangkit,
Mencoba berjalan meski ku tertatih..
Aku tahu itu sulit...
Tapi aku yakin ..
Setelah mata ini terbuka..
Sukses bisa aku raih...