ican26.blogspot.com

Pecundang Sejati Comunity

Hanya Kata

Kata-Kata Penuh Hikmah

Hati-hatilah dari 3 orang: Pengkhianat, penganiaya, dan suka memfitnah (mengadu domba). Orang yang berkhianat untukmu, suatu saat akan mengkhianatimu. Orang yang menganiaya orang lain demi dirimu, kelak akan menganiayamu. Dan yang suka memfitnah orang lain dihadapanmu, suatu saat juga akan memfitnahmu.

Mengapa anak Adam harus berlaku sombong, padahal awalnya tercipta dari air mani yang hina dan akan berakhir menjadi bangkai.

Bergaulah dengan manusia dengan pergaulan yang jika kalian meninggal, maka mereka akan menangisimu, sedang jika kamu berada ditengah-tengah mereka, mereka selalu akan merindukanmu.

Jangan kau harap kejernihan hubungan dari orang yang kau cemari dirinya, dan jangan kau mengharapkan tepatnya janji dari orang yang pernah kau tipu.

Orang yang paling tidak tenang yaitu orang yang berkarakter pendendam.

Barang siapa yang menasehati saudaranya secara rahasia berarti dia telah menghiasinya. Sedang yang menasehati saudaranya didepan khalayak ramai sama dengan menghinakannya.

Hati-hatilah bersahabat dengan orang yang kikir karena dia tidak akan membantumu dengan hartanya disaat engkau sangat membutuhkannya.

Hati-hatilah berteman dengan seorang pembohong karena dia laksana fatamorgana, mendekatkan sesuatu yang jauh padamu dan menjauhkan sesuatu darimu sesuatu yang dekat.

Barangsiapa yang belum mengetahui tentang apa yang harus dicari, maka dia tidak akan mengetahui darimana sumber pencariannya.

Dunia itu bagai pasar, ada yang beruntung ada yang merugi.

Yang lebih baik dari kebaikan adalah pelakunya. Yang lebih indah dari keindahan adalah pembicaraannya. Yang lebih unggul dari ilmu adalah pemiliknya. Yang lebih jelek dari kejahatan adalah penyebabnya dan yang lebih dahsyat dari bencana adalah pelakunya.

Bangun malam akan menambah lezatnya tidur dan lapar akan menambah lezatnya hidangan.

Orang yang bersyukur akan suatu nikmat, maka akan lebih merasa bahagia dengan rasa syukurnya dibanding dengan nikmat yang diterimanya. sebab nikmat itu hanya kesenangan, sedang syukur adalah suatu nikmat yang sekaligus dapat pahala.


Manusia didunia jaya dengan harta dan diakhirat dengan amal.

Hikmah itu tidak berguna bagi orang yang berkarakter jahat.

Orang yang keras kepala hanyalah akan menjadi budak dirinya. Sedang orang yang bodoh akan menjadi budak lisannya.

Musibah (bencana) bagi orang yang sabar hanya terhitung satu. Sedangkan orang yang merasa sedih sekali terhitung dua (musibaha atas musibah yang menimpanya serta musibah karena kesedihan yang dideritanya).

Orang yang mengasihanimu dan yang memberikan pendapat bagimu, maka taatilah dia.
Marah merupakan kunci segala kejahatan.

Barang siapa yang memuji orang yang tidak pantas dipuji (pujian yang bukan pada tempatnya) maka sama dengan tuduhan yang tidak ada buktinya.


Kekurangajaran anak kepada orang tua dimasa kecilnya, akan menjadikannya durhaka dimasa besarnya.

Bukanlah ibadah itu dinilai dari banyaknya berpuasa dan shalat, tetapi ibadah itu dinilai dengan banyaknya berpikir serta merenungkan keagungan Allah SWT.

Kebaikan ada 3 perkara: penglihatan, diam dan pembicaraan. Setiap pembicaraan yang tidak ditujukan untuk mengammbil ibrah (pelajaran) adalah kesia-siaan. Sedang pembicaraan yang bukan zikir itu juga kesia-siaan. Dan diam yang tidak disertai pemikiran adalah adalah kelalaian. Maka beruntunglah orang yang pandangannya ditujukan untuk mengambil ibrah, diamnya karena berpikir dan pembicaraannya berisikan zikir sembari menangisi dan menyesali kesalahannya serta enggan mengganggu orang lain.

Tidak akan melakukan perbuatan zina seseorang yang mempunyai harga diri.

Harga dirimu akan tetap terpelihara, sedang yang akan merusaknya adalah permintaan (mengemis), oleh karena itu perhatikan kepada siapa kamu cucurkan air matamu itu.

Dunia itu laksana ular yang berbisa yang licin dan lembut sentuhannya, namun bisa (racunnya) dapat mematikan. Orang yang bodoh akan terpesona dengannya, sedang orang yang berakal akan berhati-hati darinya.


Orang yang berdoa tanpa disertai perbuatan (amal), bagaikan orang yang memanah tanpa busur.

Hati itu bagaikan bejana, bejana yang baik akan menampung dan menjaga isinya.

Surga hanya bisa didapatkan dengan amal bukan dengan angan-angan.

Hati-hatilah dari merasa senang ketika berbuat dosa, sesungguhnya yang senang ketika berbuat dosa lebih jelek daripada perbuatan dosa itu sendiri.

Jangan banyak berdebat agar tidak kehilangan wibawamu, dan jangan banyak bercanda agar kalian tidak dikurang ajari.

Tidak akan mengetahui hakikat nikmat kecuali orang yang bersyukur. Dan tidak akan bersyukur kecuali orang yang arif (mengerti akan besarnya nikmat).

Sesungguhnya kedermawanan itu ada ukurannya dan jika melebihi ukurannya maka namanya pemborosan. Hati-hati juga ada ukurannya, dan jika kelebihan bisa jadi pengecut.

Sederhana ada timbangannya jika berlebihan itu namanya kekikiran. Dan keberanian itu juga ada ukurannya, jika melebihi batas namanya sembrono.


Hari itu ada 3 : Hari yang berlalu dan tidak akan kembali lagi. Hari ini, maka carilah keuntungan darinya. Dan hari esok yang masih merupakan angan-angan.

Sipat kesombongan yang ada pada seseorang hanya akan menambah kehinaan bagi penyandangnya.
Andai yang ada ditanganmu itu biji-bijian, kemudian manusia berkata (tentang yang ditangannya) bahwa itu adalah permata, maka kata-kata itu tidak akan ada manfaatnya bagimu sebab engkau mengetahui bahwa itu hanya biji-bijian. Dan andai yang ada ditanganmu itu permata lalu manusia berkata itu hanya biji-bijian, maka kata-kata itu juga tidak akan bermudharat (berakibat jelek) padamu, sebab engkau tahu bahwa itu adalah perdsmata.

Setiap sesuatu ada dalilnya, dan dalilnya orang yang berakal adalah tafakur, sedang dalil bahwa dia bertafakur yaitu diam.

Barangsiapa hari ini sama dengan kemarin maka ia telah merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih jelek dari kemarin maka ia telah celaka. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui apakah ada tambahan kebaikan untuk dirinya maka ia telah berada dalam kekurangan. Dan barangsiapa yang berada dalam kekurangan maka matinya lebih baik daripada hidupnya.

Orang yang berakal tidak akan berbicara dengan orang yang mendustakannya dan tidak akan meminta kepada orang yang akan menolaknya serta tidak akan berjanji pada orang atas sesuatu yang tidak disanggupinya dan tidak akan berbuat hal-hal yang akan merusak harapannya serta tidak akan memikul hal-hal yang tidak sanggup memikulnya.