ican26.blogspot.com

Pecundang Sejati Comunity

Kata Mutiara Cinta

Love make the weak man become strong and the strong man become weak
Cinta membuat orang lemah menjadi kuat dan orang kuat menjadi lemah

Love is beauty, but not every beauty have love
Cinta itu indah, tapi tidak selamanya keindahan mengandung cinta

Love based by the gearious duty moula still growth although the beauty has
changed into grey and the hardness has changed into the weakness
Cinta yang ditanam pada kewajiban luhur akan tumbuh meskipun kejelitaan
berubah jadi uban dan keperkasaan berubah jadi renta

Love isn't the base of happines, but without love is the base of sadness
Cinta itu bukan sumber bahagia, tapi ketiadaan cinta jadi sumber derita

Love is more kinds, but what is very safe and a eternal is love which come from the door of sweetheart.
Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melalui pintu kekasih

The true love suddenly broken, not only but like the old man who has lost the stick
Cinta sejati yang tiba-tiba putus laksana orangtua kehilangan tongkat

True love is love which only for two person, and no place for the third person
Cinta sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak ada tempat untuk orang ketiga




Love which begun with soul flame, often would end with cold and frozen (Cinta yang dimulai dengan api semangat yang membakar, seringkali berakhir dingin dan beku)

Love isn’t a shop where everybody can enter to it for some shopping (Cinta itu bukanlah sebuah toko dimana setiap orang dapat masuk untuk membelinya)

Loved can’t tested by kisses, but the fine felling is the testor (Cinta tak dapat diuji dengan ciuman, tetapi perasaan halus adalah sebagai pengujinya)

True love is love which only for two person, and no place for the third person (Cinta sejati adalah cinta yang terdiri dari dua orang saja dan tak ada tempat untuk orang ketiga)

The true love suddenly broken, not only but like the old man who has lost the stick (Cinta sejati yang tiba-tiba putus laksana orangtua kehilangan tongkat)

Love is more kinds, but what is very safe and a eternal is love which come from the door of sweetheart (Cinta itu bermacam-macam tapi yang paling aman dan kekal adalah cinta yang melalui pintu kekasih)

Love likes the fire, it can’t be made a fool, it would burn your own (Cinta itu laksana api yang tidak boleh dipermainkan, jika dipermainkan akan membakar diri anda sendiri)

Love isn’t the base of happiness, but without love is the base of sadness (Cinta itu bukan sumber bahagia, tapi ketiadaan cinta jadi sumber derita)

Love makes the weak man become strong and the strong man become weak (Cinta membuat orang lemah menjadi kuat dan orang kuat menjadi lemah)

Love is beauty, but not every beauty has love (Cinta itu indah, tapi tidak selamanya keindahan mengandung cinta)

True love never dies for it is lust that fades away. Love bonds for a lifetime but lust just pushes awa. – By Alicia Barnhart

I would fly you to the moon and back if you’ll be . . . if you’ll be my baby. – From a song by Savage Garden

You don’t love a woman because she is beautiful, but she is beautiful because you love her – Anonymous

I love you – those three words have my life in them. – by Alexandrea to Nicholas III

Sometimes the heart sees what is invisible to the eye – by H. Jackson Brown Jr.

Marriage is a romance in which the hero dies in the first chapter. – Anonymous

Love Aint Love If You Have To Question It – Vijay Singh

Loved can't tested by kisses, but the fine felling is the testor
Cinta tak dapat diuji dengan ciuman, tetapi perasaan halus adalah sebagai pengujinya

Love likes the fire, it can't be made a fool, it would burn your own
cinta itu laksana api yang tidak boleh dipermainkan, jika dipermainkan akan membakar diri anda

Love isn't a shop where everybody can enter to it for some shopping
Cinta itu bukanlah sebuah toko dimana setiap orang dapat masuk untuk membelinya

Love which begun with soul flame, often would end with cold and frozen
Cinta yang dimulai dengan api semangat yang membakar, seringkali berakhir dingin dan beku

ketika jiwa tenggelam


Berdiri meski sebenarnya aku terjatuh.
Bergerak namun tak bergeser.
Seperti terapung di tengah lautan
Aku hilang arah,,,
Bingung,,,
Tak tau apa yang ingin aku lakukan
Tak bisa ku bertahan.
Aku rapuh.
Terjatuh.... saat kulihat mereka...
Seperti kapas yang beterbangan.
Bebas, berani dan bertalenta.
Aku diam saja
 Tak perlu berusaha
Tak perlu membuang tenaga
 aku hanya ketiadaan yang tak akan dikenang
Aku hanyalah sebuah nama yang akan terlupakan dari ingatan setiap orang
Aku mencoba berjalan
berharap.....
tanpa keyakinan..
aku takut...
atas apa yang terjadi pada diriku.
Terlalu lemah..
mungkin itulah aku.
Mencoba berharap tanpa kepastian..
Kini hati yang diam  mulai bicara...
Apakah aku akan terus begini ?
Sekarang aku coba bangkit,
Mencoba berjalan meski ku tertatih..
Aku tahu itu sulit...
Tapi aku yakin ..
Setelah mata ini terbuka..
Sukses bisa aku raih...

YA ALLAH.... KUATKAN AKU.AKU TAKUT


Ya Allah…
Belakangan ini aku sering mengeluh pada-Mu, aku haus akan rahmat keimanan dari-Mu, aku yakin Engkau tidak akan meninggalkanku, namun apalah dayaku ya Allah, aku belum bisa membaca tanda-tanda dari-Mu.

Ya Allah
Aku mohon dari hati yang terdalamku, berilah aku kesempatan untukku bisa menyelesaikan amanahku dengan baik. Aku takut, amanah ini yang akan mengganjal ku mendapatkan tiket ekspres ke surga-Mu.

Ya Allah…
tulangku sudah lelah dan tubuhku pun mulai ringkih sehingga tarikan nafasku mulai isak mengisak. Aku takut ya Rabb. Ampun. Kuatkan aku ya Rabb. Jangan biarkan aku larut terdalam seperti ini. Aku punya cita-cita besar untuk masa depanku. Jika aku jauh dari-Mu, aku tidak sanggup ya Rabb. Siapa yang akan menuntun ku lagi. Siapa yang akan memberikan cahaya terindah kasih. Siapa Ya Rabb…

Ya Allah…
Dunia ku semakin mendesakku. Aku terlempar kedalam sisi terlemahku. Aku sesaat merasa hamp dan terdiam. Aku ingin kuat, namun aku tidak tahu caranya. Ya Allah, jangan hukum aku dengan kehampaan ini. Jangan ya Rabb. Berikan aku sinar terang itu ya Rabb. Aku ingin menemui-Mu dalam sujud terindahku dalam kesendirianku. Dunia ini sungguh melenakanku.

Ya Allah..
apakah selama ini syukurku adalah syukur yang pura-pura ya Rabb. Ampun..ampun. Aku menyesal ya Rabb. Panggil lagi jiwa ini ya Rabb. Oh Al-Qur’an tangan ini ingin menggenggam-mu selamanya, mata ini ingin melihat lekukan jiwa-mu dan nafas ini ingin menghembuskan Lafaz-mu. Mungkin itulah jawabannya.

Ya Allah…
betapa Engkau tahu diri ini lemah, sangat lemah…
kuatkanlah aku ya Rabb…
bolehkah sejenak merasakan lagi isyarat-isyarat indah nikmat-Mu yang mampu membuatku terpana dan terpesona. Ya Rabb, kabulkanlah ya Rabb. Ya Allah, berikanlah kehidupan yang baik bagi ku, masa depan yang penuh penaklukan bagi ku, aku tidak ingin menyia-nyiakan hidup yang sesaat ini.

Ya Rabb, tuhan yang Maha Mendengar..rintihan-rintihan hamba-hamba-Nya. Bolehkan aku kembali…
dan masihkan terbuka pintu bagi ku…

dan aku pun tahu…
betapa Engkau akan seperti itu…
Selamanya…
terimakasih ya Rabb…
semoga rintihan ini terjawab…
saat waktunya nanti Engkau mengirimkan untukku berita gembira tentang aku yang akan segera bertemu dengan-Mu…
Ya Allah…

Ampuni Hamba...............
 

Di Balik Sebuah Senyum

Ada yang mengatakan bahwa senyuman adalah sesuatu yang aneh tapi nyata. Walaupun semua orang punya bibir, namun untuk yang satu ini tidak semua orang mampu melakukannya. Terlebih lagi jika orangnya sedang marah, biasanya susah sekali lepas dari cemberut. Akhirnya wajah yang aslinya cantik dan tampan rupawan, jadi kelihatan buruk dan menakutkan. Memang benar, melihat orang berwajah “angker” dalam keseharian bisa menimbulkan kesan asing dan menakutkan.
  A. Sebentuk Akhlak Mulia

Bila kita renungkan, tersenyum merupakan suatu perbuatan yang punya nilai untuk menghormati orang lain. Sebagaimana senyuman Rasulullah SAW kepada keluarga, anak-anak, dan para sahabatnya. Begitu pun dengan para sahabat yang menghadiri majelis beliau dengan wajah ceria serta murah senyum. Senyuman rasulullah SAW mencerminkan indahnya akhlak beliau dalam tindak-tanduknya sehari-hari. Manis senyumnya memancarkan kesan indah yang mempesona hingga menembus dimensi waktu ribuan tahun dan jarak ribuan kilometer. Itupun akan terus berlanjut hingga hari kiamat nanti.
Sampai kini kita ikut merasakan getar-getar senyuman kasih sayang beliau melalui nilai-nilai yang terkandung dalam Alqur’an dan As-Sunnah An-Nabawiyah. Itulah kemuliaan beliau yang mengalir lewat istri-istri dan sahabat beliau. Begitu indahnya akhlak beliau masih terasa hingga kini.     
  B. Warna-warni Senyuman

Sebagaimana jamaknya suatu budaya, senyuman pun kini telah mengalami perkembangan. Senyum menjadi sangat bervariasi dengan nilai dan karakteristiknya masing-masing. Dari warna-warni senyuman itu dapat dibagi menjadi beberapa macam. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Senyum Egois atau Sinis

Sebuah senyuman yang tidak bersahabat. Senyuman tersebut terbentuk dari perasaan dendam kesumat. Senyum ini dapat menyakiti hati orang yang melihatnya.
  1. Senyum Menggoda

Sebuah senyuman nakal yang bertujuan untuk memperdayai beberapa lelaki hidung belang. Suatu perbuatan yang dapat menjerumuskan seseorang kedalam jurang kemaksiatan. Naudzubillahi mindzalik.
  1. Senyum Ketabahan

Sebuah senyuman yang muncul dari orang-orang perkasa dan jantan. Sosok-sosok yang mampu menghadapi musibah hidupnya dengan tabah, tanpa kecengengan. Senyum ini akan dirasakan oleh orang-orang yang merasa dekat dengan Allah.
  1. Senyum Ketegaran

Sebuah senyuman yang menghiasi bibir orang-orang yang berwibawa dan mempunyai kekuatan dalam hidupnya. Biasanya mereka pernah melewati musibah yang berat kemudian sukses. Sehingga masalah yang berat sekalipun dapat teratasi jika seseorang mampu dan memiliki senyum seperti ini.
  1. Senyum Ketulusan

Sebuah senyuman yang datang dari relung hati yang paling dalam. Muncul untuk membahagiakan, menghormati, dan memuliakan orang lain. Senyuman ini menunjukkan kondisi paralel antara bibir (lahiriyah) dengan hati (batiniyah). Sebuah senyuman yang dalam syariat islam mempunyai nilai ibadah, sebuah sedekah yang mudah dan ringan. Senyuman model ini memang terasa multiguna dalam mengarungi samudera kehidupan. Senyuman ini mampu menambah keakraban dan hubungan dalam berkomunikasi. Baik dalam komunikasi langsung maupun dengan media perantara. Entah itu dilakukan terhadap orang tua, teman, atau pihak lain. Dengan kata lain, meski lawan bicara tidak bertemu langsung, getaran senyumnya dapat menggetarkan mata batin kita. Masyaallah.
  C. Manfaat Senyum

Senyum punya segudang manfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Dari segi penampilan

Senyuman dapat memperbaiki penampilan dan menambah daya tarik. Walaupun yang tersenyum adalah kakek-kakek yang ompong dan keriput, namun senyuman tetap menjadikannya lebih baik. Sepertinya mempunyai makna dan nuansa tersendiri, mungkin lebih manis kesannya, lebih indah dan menyejukkan hati. Dengan senyum kita akan lebih dihargai dan disegani.
  1. Dari segi kesehatan

Orang yang murah senyum biasanya terjaga dari penyakit yang namanya stress. Jantungnya akan berdetak secara normal, sehingga terhindar dari berbagai macam penyakit ketegangan. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan hati yang senang dan ceria membuat tubuh lebih sehat dan awet muda. Menurut pendapat para dokter, untuk menghasilkan sebuah senyuman hanya dibutuhkan 17 otot wajah. Maka dari itu, tidak heran jika sering ditemukan orang dengan usia 50-an tahun punya wajah masih tetap segar, ceria, dan sehat. Berbeda dengan orang yang suka marah, hobinya cemberut, atau suka ngomel, biasanya kelihatan lebih tua. Memang tiga aktivitas terakhir membutuhkan 32 otot wajah, inilah yang menjadi penyebabnya.
  1. Dari segi social

Dari segi sosial, senyuman merupakan suatu bentuk keakraban dalam pergaulan masyarakat. Ini akan dapat menambah suasana lebih hangat dan indah. Karena memang ketika melihat orang yang murah senyum, akan terasa menyenangkan. Bahkan apabila hidup ini tidak sepi dari nuansa aktivitas yang dicontohkan oleh Rosulullah SAW ini, insyaallah akan menambah semangat hidup.
Senyum memang sesuatu yang hebat. Senyuman penuh ketenangan akan mampu meluluhkan kemarahan orang. Untuk itu dalam pergaulan hendaknya kita membiasakan diri bersikap tenang dan murah senyum. Bila kita mampu melaksanakan sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW, maka pertengkaran dan permusuhan dapat ditekan. Hendaklah kita menciptakan nuansa yang seperti ini, setiap kehidupan kita tapaki dengan penuh ketulusan dan ketenangan. Hendaklah itu kita lakukan baik ketika bertegur sapa di jalan, bertelepon, berkomunikasi dengan teman, atau orang tua. Insyaallah kebaikanlah yang datang. Asal lihat-lihat situasi dan kondisi, jangan kebablasan. Kalau terlihat senyum-senyum terus, nanti dikira kurang waras.

Ayo, tunggu apalagi ? Budayakanlah senyum dan salam keramahtamahan di Negeri yang tercinta ini. Kini kita sudah tahu hikmah dan manfaat dari senyum itu sendiri, maka bergegaslah memperbaiki diri kita dengan senyuman dari hati yang paling dalam (seperti lagunya Raihan yang berjudul “Senyum”). Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari akibat kita susah untuk tersenyum. Mari kita latih diri kita untuk senyum dengan tulus, dimana saja dan kapan saja. Senyum akan membuat suasana terasa indah. Selain membuat kita merasa bahagia, orang lain pun menjadi tertarik dengan kemuliaan sikap kita. Karena itu hadapilah perjalanan hidup kita dengan senyuman yang tulus. 

sumber :tanbihun.com

Hobi Melihat Pelangi

Pak Guru : "Anak-anak, sebelum mulai pelajaran, bapak pengen kenalan dengan kalian dulu satu persatu ya?"

Murid-murid : "Iya, Pak Guru"

Pak Guru : "Coba kamu, nama kamu siapa dan hobimu apa?"

Murid Cowok 1 : "Nama saya Oky, hobi saya lihat pelangi, Pak..."

Pak Guru : "Bagus, hobi yang menarik, coba kamu yang duduk di sebelah Oky?"

Murid Cowok 2 : "Nama saya Wasis, hobi saya lihat pelangi pak..."

Pak Guru : "Looohh.. sama.. kalian emang bersahabat yah? selanjutnya!"

Murid Cowok 3 : "Nama saya Aris, hobi saya lihat pelangi, Pak..."

Pak Guru : "Wah... sama-sama laki-laki, hobinya jadi sama gitu, coba deh, lanjutin ke murid perempuan. Ya, kamu cantik.. siapa nama dan apa hobimu??"

Murid Cewek 1 : "Nama saya PELANGI, hobi saya pakai rok mini, Pak..."

from : ketawa.com

Segalanya Terjadi Karena Suatu Alasan

Terkadang orang-orang hadir dalam kehidupan, dan kita tahu mereka memang dihadirkan untuk mengajari kita tentang sesuatu, mengajari kita menemukan jati diri, dan membantu kita menemukan jalan hidup seperti yang kita inginkan.

Kita tidak akan pernah tahu siapa mereka, mungkin rekan kerja, teman kost atau seseorang yang tak dikenal sekalipun, mereka yang dari teduh matanya dapat kita ketahui bahwa ia akan mempengaruhi kehidupan kita dengan cara yang mendalam.

Terkadang banyak hal terjadi dalam kehidupan, dan semua terasa mengerikan, sakit dan tidak adil

Namun setelah waktu berselang…kita tersadar, tanpa hambatan dan kesulitan, kita tak kan pernah tahu seberapa besar kekuatan hati kita…

Segalanya Terjadi Karena Suatu Alasan…

Tak ada yang terjadi secara kebetulan. Sakit, cidera, cinta atau kehilangan, memang dihadirkan untuk menguji keterbatasan dalam jiwa.

Tanpa ini semua…

Hidup akan seperti jalan tol yang lurus, halus dan datar hingga ke ujung. Aman dan nyaman, tapi membosankan

Jangan pernah sesali orang-orang hadir dalam kehidupan dan memberi kita pengalaman pahit dan sakit

Karena merekalah yang menempa kita hingga menjadi kita yang sekarang

Bahkan dari pengalaman yang sangat burukpun kita bisa belajar sesuatu..

Saat-saat seperti itu mungkin akan menjadi pengalaman yang terburuk tapi menjadi bisa jadi, menjadi titik balik kehidupan yang sangat penting.

Ketika seseorang mengkhianatimu, menyakitimu, atau menghancurkan hatimu

Maafkan mereka..karena mereka telah memberimu pelajaran tentang arti sebuah kepercayaan

Dan yang lebih penting, mereka telah membuatmu menjadi lebih berhati-hati kepada siapa hati bertaut kembali

Ketika seseorang mencintaimu, beri ia cinta…bukan karena ia mencintaimu, tapi karena ia telah mengajarimu cara mencintai dan membuka hati :)

…untuk suatu rasa yang mungkin tak kan pernah terlihat dan terasa tanpa kehadiran semuanya

Kita bisa menjadikan hidup ini sesuai harapan :)



sumber :fiksi.kompasiana.com/cermin/2012/01/28/segalanya-terjadi-karena-suatu-alasan/#

“antara maaf dan kuatnya jiwa yang rapuh”


Percaya pada satu cinta,

Tidak utuh 100% ada pada cinta itu

Sisihkan 1% tuk sepotong hati yang patah



Percaya pada satu asa,

Tidak utuh 100% ada pada asa itu

Sisihkan 1% tuk seiris asa yang putus



Percaya pada satu kepastian,

Tidak utuh 100% ada pada kepastian itu

Sisihkan 1% tuk sebuah kebimbangan



Percaya pada satu janji,

Tidak utuh 100% ada pada janji itu

Sisihkan 1% tuk sebuah penghianatan



Percaya pada satu kebenaran cerita manusia,

Tidak utuh 100% ada pada kebenaran cerita manusia itu

Sisihkan 1% tuk sebuah sebuah dusta



Berharap akan ada seribu kata maaf terlahir

tuk rasa patah hati, rasa putus asa, rasa bimbang, rasa dikhianati, rasa dusta,

dan sejuta rasa lain

tuk jadikan kuat jiwa yang rapuh
from :jembatanimpian.wordpress.com

Di Manakah Kita..?

Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.

Keyakinan tinggal pemikiran, yang tidak berbekas pada perbuatan.

Banyak orang baik, tapi tidka berakal..

Ada orang berakal, tapi tidak beriman..

Ada yang berlidah fasih, tapi berhati lalai..

Ada yang khusyuk, tapi sibuk dalam kesendirian.

Ada yang ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis..

Ada yang ahli maksiat, tapi rendah hati bagaikan sufi..

Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan..

Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..

Ada yang murah senyum, tapi hatinya mengumpat..

Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut..

Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan..

Ada pezina, yang tampil jadi figur..

Ada yang punya ilmu, tapi tidak paham..

Ada yang paham, tapi tidak menjalankan..

Ada yang pintar, tapi membodohi..

Ada yang bodoh, tapi tak tahu diri..

Ada yang beragama, tapi tidak berakhlak..

Ada yang berakhlak, tapi tidak ber-Tuhan..

Lalu, diantara semua itu.. aku ada dimana?!

(ALI BIN ABI THOLIB, rodhiyaLLohu 'anhu)
 
sumber :http://keajaibanhati.blogspot.com/

Kasih Ibu Yang Terlupa



Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya karena suatu masalah. Karena sangat marah, maka Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun.

Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tidak membawa uang. Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan.Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tidak mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata,

“Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?”

” Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu

“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai.

“Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi.

Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.

“Adaapa nona?” Tanya si pemilik kedai.

“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,…ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”

“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai"



Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata,

“Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi utukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”



Ana, terhenyak mendengar hal tersebut.

“Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yang memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya."


Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia mnguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya.

Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya.



Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas.

Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah



“Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”



Pada saat itu Ana tidak dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.



Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kepada orang lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita.

Tetapi kepada orang yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup kita.

mungkin banyak sekali anak jaman sekarang yang menghianati orang tua mereka demi pacarnya ato siapanya lah, dan saya pribadi mengatakan bahwa mereka adalah anak2 yang SANGAT BODOH SEBODOH BODOHNYA. ingat dia bukan siapa2 anda dan belum tentu menjadi suami/istri anda, dan semuanya telah diatur dalam agama dengan SANGAT JELAS dan TEGAS.

percayalah, orang tua yang melarang kita atau membatasi kita itu adalah buat kebaikan kita. mungkin kita kadang jengkel ato gimana, tapi sekali lagi percayalah itu demi kebaikan kita. dan apabila tidak cocok, maka bicaakanlah secara santun. :)

giatlah belajar sembari berdoa untuk orang tua dan keberhasilanmu, tinggalkan hal2 yang tidak berguna. jika masih ada yang malas belajar, mungkin kamu belum paham dengan apa yang orang tuamu berikan untukmu.

mungkin sebelumnya kamu belum memberikan kebanggaan sama sekali kepada orang tuamu, maka berjanjilah kepada diri mu sendiri bahwa kamu akan berjuang sekuat tenaga untuk SNMPTN, STAN, ataupun perguruan tinggi lain.

dan jika kamu kehilangan semangat, lihatlah ayahmu yang selalu kerja pulang malam, ingatlah ibumu saat kamu kecil dulu, ato lihatlah tukang becak, tukang sol sepatu, dan orang2 disekitarmu yang membanting tulang demi anak-anaknya :)

berjanjilah kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan berjuang sampai titik darah penghabisanmu :) 
 
 
sumber :internetlezato.blogspot.com

Kerja Adalah Sebuah Kehormatan


Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, “Pak mau beli kue, Pak?”Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak, saya sedang makan”.
Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab: “Tidak dik saya sudah kenyang”.

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang di rumah”. Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini.

Saat pemuda tadi beranjak pergidari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak mau beli kue saya?”, pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 2000,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik”.

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasihkan kepada orang lain. “Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibu di rumah,ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis”.

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa “kerja itu adalah sebuah kehormatan”, kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya, bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah sebuah kehormatan”, ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.

Makna yang bisa diambil :
Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita menjadi “hijau” melihat uang, sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki.

Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti besar.

IN MATTERS OF PRINCIPLE STANDS LIKE A ROCK, IN MATTERS OF TASTE SWIM WITH THE CURRENT
 
from :b2htiardpdpsw.wordpress.com

Keluarga Operator



Sepasang suami istri membuat kode untuk berhubungan intim dengan istilah "Isi Pulsa".

Suatu malam suami "mah, isi pulsa yuk", karena baru pulang kerja, istri jawab "maaf pah, mama lagi Low Bat".

Besok nya suami coba lagi "mah, isi pulsa yuk", karena tidak ada hasrat istri jawab "maaf pah, mama lagi ga ada Signal nih".

Malam berikutnya suami tidak bosan bosan coba terus "mah, isi pulsa yuk", lagi2 istri nolak karena haid "maaf,

Gangguan Jaringan". Nah, seminggu setelah haid gantian mama yg Ngebet "pah, isi pulsa yuk"...tp suami jawab santai "maaf mah, papa sudah "GANTI OPERATOR" yang ON terus dan Paling Banyak kasih BONUS...


Polisi Lucu

Suatu kali ada seorang polisi menangkap preman yang menyamar jadi polisi gadungan.Polisi kemudian bertanya kepada preman tersebut.
"Mengapa kamu memakai seragam polisi?"
Sang preman dengan enteng menjawab,"Loh,bapak saja yang polisi bisa menyamar dengan berpakaian preman, lalu mengapa preman tidak boleh menyamar jadi polisi??"
Polisi
========================

Gambar Depressi

















Masalah Adalah Hadiah

Masalah adalah hadiah Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sudut mata yg berkaitan uang saja.
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria.
Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?
Masalah Adalah Hadiah.
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, andatidak akan menjadi seseorang yang sejati.

Jadilah Pelita


Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.
 
Di ambil dari :www.emotivasi.com/2008/08/31/jadilah-pelita/

Bolehkah Aku Menyerah ... Lelah ... Sangat ...

Rasanya ingin menyerah saja lalu angin bisa sepuasnya menerbangkan diriku kemana saja. Mungkin rasa sakit itu perlahan akan mereda. Tapi butuh waktu dan aku tak mampu lagi menunggu. Siapa yang tahu ... di ujung penantian ... bukan sehat yang ada, tapi maut yang sedang membuka lebar-lebar tangannya untuk memeluk jiwaku.


Bolehkah aku menyerah dan membiarkan takdir yang memutuskan segalanya? Aku diam saja. Tak perlu berusaha. Tak perlu membuang tenaga. Toh pada akhirnya aku hanya ketiadaan yang tak akan dikenang. Aku hanyalah sebuah nama yang akan terlupakan dari ingatan setiap orang.


Hopeless ...


Tanpa harapan ...


Mungkin begitulah aku ...


Tapi kau tak tahu, betapa remuk ragaku. Dan kelelahan jiwaku berada di atas segalanya. Bahkan senyuman orang terkasih tak mampu lagi menjadi obat mujarab.


Hopeless ...
Tanpa harapan ...


Mungkin begitulah aku ...

Jadi ... bolehkah aku menyerah ... lelah ... sangat ...


sumber : gitacinta.multiply.com

Jangan Menyerah

Ketika kesukaran demi kesukaran hidup datang, kita hanya memiliki dua pilihan, yaitu menyerah dengan keadaan atau tetap berjuang bersama Tuhan untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Kita harus memilih untuk tetap berjuang dan tidak menyerah dengan keadaan. Firman Tuhan mengingatkan, “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu” (Mzm. 34:19). Apa pun permasalahan yang sedang kita hadapi hari ini, jangan menyerah dan hadapilah semuanya itu bersama Tuhan.

Jangan menyerah! Yah…saya tidak boleh menyerah. Sekarang tinggal waktu, cepat atau lambat saya harus menghadapinya. Dan menunda untuk sedikit mengulur waktu hanya akan menambah beban. Maka, saya memilih untuk maju dan terus maju. Sukses adalah hak setiap orang dan sukses diraih dengan pengorbanan luar biasa. Pengorbanan atas apa yang hari ini kita miliki. Kelihatannya sedikit naïf tapi, itu memang adanya.
Jalan untuk menang terbentang lempang dan terhampar luas. Berfikir positif, bertindak kreatif dan berbicara solutif. Bertindak reaktif dengan sibuk menyalahkan keadaan dan orang lain atas kegagalan hanya dimiliki oleh mereka yang berjiwa kerdil. Jiwa kerdil itu tak sanggup hadapi tantangan dan gelombang.

"never give up"

Naik Gaji

Suatu hari, seorang wanita pembantu rumah tangga mendatangi majikan perempuannya.

Pembantu: "nyonya, saya mau minta naik gaji.."


Nyonya: "kenapa saya harus menaikkan gaji kamu?"


Pembantu: "ada 3 alasan nyonya.. Pertama saya membersihkan rumah lebih bersih daripada nyonya."


Nyonya: "siapa yg bilang?"


Pembantu: "Tuan yg bilang nyonya".


Nyonya: "oh..."


Pembantu: "kedua, saya memasak lebih enak daripada nyonya."


Nyonya: "siapa yg bilang?"


Pembantu: "Tuan yg bilang."


Nyonya: "oh..."


Pembantu: :ketiga, saya di ranjang lebih hebat daripada nyonya."


Nyonya: "Oh!!! Apa tuan juga yang bilang !!?!!"


Pembantu: "Bukan nyonya.., tapi tuan sebelah rumah yang bilang, kalo nyonya kurang hebat di ranjang"


Nyonya: "Ssssstt!!! Kamu minta naik brp???"

from : www.poztmo.com